December 26, 2010
I am sorry.

Can I do some catharsis here? Please?

Don’t mind, I’ll just do it.

Selama 4 bulan ini bimbingan gue berjalan dengan sangat lancar, bahkan tanpa ada hambatan sedikit pun. Memang di awal judul gue ditolak, tapi pengajuan pertama sudah di-approve oleh dosen pembimbing. Gue berjuang 4 bulan tanpa mungkin merasa kesulitan, tak seperti yang gue bayangkan sebelumnya, karena memang gue memulai lebih ‘belakangan’ dari teman2 yang lain.

Dan berita baik datang ketika gue bimbingan di akhir november, ketika dosen pembimbing sudah memberi lampu hijau untuk seminar. I’M SUPER EXCITED! Dengan waktu terhitung cepat ini, gue jadi bisa menggantungkan harapan bisa lulus.. februari mungkin? Haha.. Gue bahkan bercanda pada mama dan bilang “SPP semester depan ga usah disiapin dulu, ma, hehehe”.

Mulailah gue menghubungi dosen pembahas, yang gue belum pernah ketemu atau diajar sebelumnya (mungkin pernah, tapi kurang inget). Pertemuan pertama memberikan kesan buruk, gue menunggu beliau selama 1,5 jam tanpa dibalas sms ketika beliau makan. Dan ketika beliau sudah selesai makan, beliau membalas sms, sehingga saya naik ke ruangannya, tapiiiii.. disuruh nunggu di luar. Okay, saya menunggu 15 menit (dengan berdiri) di luar, dan akhirnya beliau keluar dengan berbicara di telepon dan hanya berkata, “Ya, mungkin rabu atau kamis, sini saya tanda tangan”. It was a short meeting and I can’t say any words.

Maka gue dengan bersemangat mulailah menghubungi teman2 untuk jadi pembahas dan tamu di seminar gue, dan bersiap mengurus surat2 seminar. Dua hari kemudian, gue ke bandung untuk meminta tanda tangan peminjaman ruangan ke pembimbing. Ketika gue memberikan surat ke jatinangor, ternyata ada surat yang kurang dan harus ditandatangani pembimbing. What? Baiklah..

Pengunduran #1
Keesokannya, gue balik ke bandung dan minta tandatangan pembimbing. Ketika itulah dosen pembahas sms dan bilang “Wah, ga bisa ternyata rabu, kamis aja ya intan”. Karena gue lagi di bandung dan ada dosen pembimbing, ya sudah lah, print ulang surat yang telah diedit tanggalnya dan langsung diantar ke nangor. Sepanjang perjalanan ke nangor saya mengsms ulang teman2 tentang jadwal baru ini.

Pengunduran #2
Hari rabu, sehari sebelum seminar, gue pergi ke seminar fitria untuk membuat anxiety berkurang. And it does, I’m feeling so good after watching her seminar. Tiba2 malamnya, dosen pembahas mengsms saya dan bilang “Intan maaf besok saya ga bisa, tolong kamu urus surat2nya lagi ya, coba hari senin dan tanya ke pembimbing”.

I can tell you that I am mad at that time, and I send sms to all of the guests I have been invited before about the time-changing. Ada beberapa yang tidak bisa hadir di senin, tapi dosen pembimbing saya bilang “Bisa”. Baiklah.. Setidaknya gue punya waktu mempersiapkan yang lebih dari sebelumnya. Malamnya gue tidur dengan perasaan tertolak :(

Kamis pagi, jam 9, dosen pembahas tiba2 sms “Intan maaf ternyata saya bisa hari ini, bagaimana Anda dengan teman2?”. I AM SUPER MAD. Why she canceled it about 9 hour before and now she just tell me to do it because she is available? What that makes me? Not someone who have a big deal about this? Is this just about her? NO, IT IS SUPPOSED TO BE ABOUT ME. AND I’M SORRY IF YOU THINK I’M A LITTLE BIT SELFISH, tapi gue muak ditarik ulur begini. Gue menolak dan beliau ga membalas sms gue lagi.

Pengunduran #3
Here it come! Senin! Gue udah merasa sangat optimis hari ini dan sudah mempersiapkan semua, and I have brag about this in twitter and facebook and I’m super glad that a lot of friends supporting me. Dua hari sebelumnya gue udah sms temen2 dan dosen2 gue.

Jam 9, pembimbing gue menelepon and I have no clue what’s that about. Beliau ternyata TIDAK BISA HARI INI. Beliau menguji ujian S3 dan baru saja ingat dengan jadwal tersebut. Gue sih sebenernya sedikit terobati karena beliau mendiskusikan dengan gue dan beliaulah yang menelepon dan minta maaf.

Pada akhirnya, jadilah jadwal gue ke selasa dan gue kembali mengsms semua teman2, dan ada beberapa yang ga bisa datang. Rasanya kosong. Kesal. Bahkan ketika mama menelepon, gue menangis saja di depan beliau. Sudahlah.. inilah rasanya ketika kesal tapi nggak bisa melakukan apa2, and crying is just the only thing. Gue ga mungkin marah2 ke dosen2 gue, karena.. you know what.


Now, I’ve lost my interests to all of this seminar thingy, and I don’t know whether it is a good or bad sign. I don’t even care. Please, do as you wish, I am here just someone that do not have any business about this and do not mind about you guys keep changing my schedule. I’m the only one here that do not have the schedule, and any other thing to take care about. Please, do as you wish. Just tell me about it, and I will have no problem about it. I will just keep texting you politely about everything and keep waiting if you do not reply my messages, even a day or two. Yeah, I’m just glad. I will just keep saying sorry to all the guests that I have invited and beg them to come if there are no enough people for the day of the seminar. Oh yes, I am super happy doing all of the things. If there is another rejectment, only God knows why, when, what, where, and how. So, let’s laughing together. Ha Ha, boo you.

It is hard to keep your head rational when you are suppose to be deadly irrational. I’m deeply sorry.

  1. sasauncal said: i think what she’s done is really unacceptable. ahh.. if i were you, i dont know.. *speechless* i think i could be reallllyy mad. be strong, intan.. >.<
  2. trytofixme posted this